Jumat, 16 Maret 2018

Iming-iming Cabut Uban,Gadis Cilik di Cabuli

Ilustrasi
Jarakpantau.co.id - Uang jajan bawa petaka. Modus itulah yang dipakai Emilianus Meo (EM), pemuda gelandangan asal Lewa Ngera untuk menaklukan korbannya Bunga (11), gadis cilik asal Nasawewe, Desa Keli, Kecamatan Keo Tengah.

Pura-pura minta korban cari uban dengan iming-iming uang jajan, tersangka memperdayai dan mengagahi korban.

Peristiwa itu terjadi Jumat (2/3/2018) di rumah salah satu warga di Nasawewe tempat pelaku menumpang tinggal selama setahun terakhir.

Kedua orang tua korban, HD dan MS yang ditemui di kediaman mereka di Kampung Nasawewe, Desa Keli, Kecamatan Keo Tengah, Kabupaten Nagekeo, Rabu (14/3/2018), menuturkan, peristiwa tragis yang merenggut kesucian putri bungsu mereka berawal dari permintaan pelaku kepada korban untuk mencabut uban.

"Ternyata itu hanya trik pelaku untuk.memancing korban. Bukan cabut uban, ternyata anak saya diperkosa, " kata ibu kandung korban, HD sambil terisak.

HD mengaku, pertama kali mengetahui peristiwa yang menimpa anaknya dari tetangga.

"Pada Sabtu (3/3/2018), ada tetangga yang mencurigai korban baru saja keluar dari kamar pelaku. Namun ketika ditanya, anak saya hanya menangis. Lalu tetangga beritahu saya dan meminta saya bertanya pada anak saya. Anak saya menangis takut dipukul dan takut ancaman pelaku. Setelah didesak, baru anak saya terbuka," kata HD.

Mendengar pengakuan korban, ayah kotbam naik pitam. Sebelum diantar ke Pospol Maunori, pelaku sempat digebukin warga.

Menurut pengakuan korban di rumahnya di Nasawewe, Rabu (14/3/2018), pelaku dua kali menyetubuhi dirinya pada hari yang sama.

Korban mengaku, tidak bisa berteriak karena tubuhnya ditindih dan mulutnya disumpal dengan baju milik pelaku. Pelaku juga mengancam akan memukul korban, jika korban membeberkan perbuatannya.

Pelaku, EM telah diamankan polisi di sel tahanan Mapolsek Mauponggo

Menurut ibu kandubg korban, HD, pelaku telah mengakui perbuatannya di depan polisi. Sementara korban masih trauma dengan peritiwa itu. Sejak kejadian itu, korban tak lagi masuk sekolah. Alasannya, masih takut. Ayah korban, MS mengatakan, korban untuk sementara waktu tidak masuk sekolah untuk menghilangkan trauma.

MS mengatakan, akan berkomunikasi dengan sekolah tempat anaknya belajar saat ini agar korban bisa dipindahkan le sekolah yang lebih dekat dengan kediaman korban untuk memudahkan pengawasan.

Soal pelaku, kedua orang tua korban hanya berharap agar mendapat sanksi sesuai perbuatannya dan memenuhi rasa keadilan bagi korban.

Selanjutnya, dalam proses hukum, korban akan didampingi Tenaga Pekerja Sosial dari Dinas Sosial Kabupaten Nagekeo dan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perli dungan Anak (P2TP2A) Kabupaten Nagekeo.(*)

Komentar

BERITA TERKINI