Selasa, 31 Juli 2018

Miris! Jalan HM Jhoni Bagaikan Kubangan

MEDAN - Miris benar ,Jalan HM Jhoni Medan bagaikan kubangan kerbau membuat warga sangat resah dengan kondisi jalan dipenuhi lubang mengharuskan setiap pengendara harus ekstra hati-hati.

Tidak sedikit banyak korban  mengalami kecelakaan serta mengalami kerusakan bagian kendaraan bila melintas Jalan HM Jhoni medan,sumatera utara.

Salah seorang pengendara,Iwan (34) mengatakan,kondisi rusaknya jalan HM Jhoni sudah empat bulan lamanya. dirinya menilai Pihak pemerintah setempat hanya berdiam diri di kantor dan tanpa melirik kondisi jalan yang sehari-hari dilewati oleh masyarakat.

"Kami masyarakat HM Jhoni meminta kepada Pemerintah untuk membangun jalan HM Jhoni yang saat ini bagaikan kubangan kerbau,"Harap Iwan,Selasa (31/7/2018).

Demikian halnya dengan abang becak,  Firdaus  yang sering mangkal di sekitar jalan rusak mengatakan, pernah beberapa camat dan pegawai Pemko Medan datang mengamati kondisi jalan yang rusak, namun hingga saat ini kondisi jalan semakin parah dan kerap pemicu kemacetan.

Diakuinya, banyak pejabat pemerintah maupun anggota dewan yang melintas dan tinggal menetap di sekitar kecamatan Medan Denai, Medan Kota dan Medan area, namun sepertinya mereka terkesan menutup mata atas persoalan yang dihadapi warga.

"Diharapkan kepada pemerintah untuk segera mengatasi persoalan kondisi jalan yang rusak di kota Medan apalagi jalan tersebut ramai dilintasi warga untuk beraktifitas,"Katanya.

Sementara itu, Anggota DPRD Medan Komisi D,Ilhamsyah SH, Menilai belum ada rumus yang pas untuk mengatasi Banjir maupun genangan air yang kerap terjadi di Kota Medan setiap hujan mengguyur. Meskipun saat ini Pemko Medan melalui Dinas Pekerjaan Umum Kota Medan telah berupaya melakukan normalisasi drainase, namun tetap saja terjadi genangan di sejumlah titik di ibukota Provinsi Sumatera Utara ini.

Politisi Golkar Kota Medan ini mengasumsikan bahwa kota ini sudah seperti kuali. Karena dilingkupi beberapa sungai, seperti Sungai Denai, Sungai Deli dan Sungai Babura, sehingga kalau datang air dari hulu Kota Medan langsung menerima dampaknya.

“Medan harusnya punya waduk. Jadi setiap limpahan air hulu datang bisa ditampung dalam waduk tersebut. Solusi lainnya, koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II terus dilakukan untuk melaukan pengerukan sungai. Jangan sampai putus,” ungkapnya kepada wartawan,Selasa (31/7/2018). Ditambahkannya, akibat dari kiriman air hulu, pendangkalan drainase juga cukup tinggi.

Sementara itu ,Anggota Komisi D lainnya Drs Daniel Pinem mengatakan, kondisi Kota Medan harusnya dipelajari benar-benar agar bisa dicari solusi untuk mengatasi permasalahan yang ada di Kota Medan. Khusus tentang banjir, Politisi PDIP ini menyebutkan geografi Kota Medan harus diperhatikan. Kemudian masalah drainase dan sungai juga berperan penting dalam permasalahan banjir di Medan.

"Dengan kondisi sekarang, hendaknya BWS II Sumatera hendaknya melakukan pengerukan terhadap sungai yang ada di wilayah Medan. Kemudian, di beberapa titik di Kota Medan hendaknya menjadi perhatian karena selalu menjadi langganan banjir. Lagipula, geografi Medan ini di beberapa tempat seperti kuali, jadi perlu ada penanganan khusus agar air tidak tergenang di wilayah itu,"Ujar Drs Daniel Pinem.

Dikatakannya,permasalahan drainase yang tidak tertata dengan baik, harus dicari solusi untuk penanganannya. Pemko Medan harus mencari cara bagaimana air dapat dialirkan dari hulu menuju hilir. Kemudian saluran yang ada harus dipelihara dengan baik dan bagian yang tumpat harus segera diperbaiki.

"Kalau bisa, di Kota Medan ini hendaknya dibuat setidaknya 2 waduk sebagai antisipasi banjir dan tempat penampungan air. Sehingga, selain bisa menjadi tempat penampungan air di kala hujan deras, juga sebagai tempat penyimpanan air bagi warga Kota Medan,"Pungkasnya.(Rendy)

Komentar

BERITA TERKINI