Rabu, 29 Agustus 2018

Komisi D DPRD Medan Angkat Bicara Terkait Jebloknya Realisasi PAD

Medan - Ketua Komisi D DPRD Medan, Parlaungan Simangunsong angkat bicara terkait jebloknya realisasi pendapatan asli daerah (PAD) Kota Medan pada paruh pertama tahun ini. Menurut politikus Partai Demokrat ini, rendahnya realisasi PAD Kota Medan dari target karena hingga saat ini masih banyak terjadi kebocoran. "Bocor dimana-mana," katanya, di Medan, Rabu (29/8/2018).

Dia mencontohkan, realisasi PAD dari izin mendirikan bangunan (IMB) yang hanya sebesar Rp 3 miliar hingga pertengahan Agustus 2018. Padahal, Pemko Medan memasang target tinggi, yakni di angka Rp 107 miliar. Ini terjadi karena masih banyak bangunan di Medan yang berdiri tanpa IMB.

"Pengawasan Pemko Medan lemah dalam hal ini. Belum lagi kami sering mendapat informasi dari masyarakat terkait adanya dugaan penyalahgunaan kewenangan oleh oknum-oknum tertentu yang sengaja membiarkan bangunan tetap berdiri meski tanpa IMB," katanya.

Begitu juga dengan realisasi pendapatan dari papan reklame. Saat ini masih banyak juga reklame yang berdiri tanpa izin sehingga kebocoran PAD makin melebar.

Kebocoran juga terjadi dari retribusi parkir. Masih banyak parkir-parkir liar di Medan yang justru tak mendapat pengawasan dari Pemko Medan.

"Intinya sebenarnya pada pengawasan dan kinerja OPD terkait. Dengan realisasi yang jeblok itu, masyarakat bisa menilai bahwa Pemko Medan mulai malas-malasan," pungkasnya.

Komentar

BERITA TERKINI