Kamis, 16 Agustus 2018

Wali Kota dan DPRD Medan Dengarkan Pidato Presiden RI

Medan - Wali Kota Medan, Drs. H.T Dzulmi Eldin S, M.Si menghadiri rapat paripurna istimewa DPRD Kota Medan dengan agenda mendengarkan pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo dalam rangka HUT ke 73 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2018, di Gedung DPRD Kota Medan, Kamis (16/8).

Rapat paripurna istimewa ini dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kota Medan, Hendry Jhon Hutagalung, SE, SH, MH dan turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Medan, Ir. H. Akhyar Nasution, M.Si, Sekda Kota Medan, Ir. Syaiful Bahri Lubis, Unsur FKPD Kota Medan, para anggota dewan, pimpinan OPD, Camat sekota Medan, tokoh agama dan tokoh masyarakat Kota Medan.

Dalan pidato kenegaraannya, Presiden Jokowi menyoroti sejumlah isu, prestasi dan tantangan yang dihadapi pemerintah Indonesia dalam satu tahun terakhir.

Salah satunya, Jokowi mengungkapkan bahwa Indeks Pembangunan Manusia meningkat dari 68,90 di tahun 2014 menjadi 70,81 di tahun 2017. Menurut Jokowi, dengan hasil itu, Indonesia masuk dalam kategori High Human Development.

“Kita bersyukur apa yang kita kerjakan membuahkan hasil, kualitas kehidupan manusia Indonesia dalam empat tahun terakhir terus membaik,” ungkap Jokowi.

Hasil tersebut, dikatakan Jokowi, karena fokus perhatian Pemerintah dalam empat tahun terakhir bukan hanya pembangunan infrastruktur. Namun, pembangunan sumber daya manusia juga menjadi modal terbesar dan terkuat sebagai kekuatan besar Indonesia.

“Karena itu, membangun manusia Indonesia adalah investasi kita untuk menghadapi masa depan, untuk melapangkan jalan menuju Indonesia maju. Kita persiapkan manusia Indonesia menjadi manusia yang unggul sejak dalam masa kandungan sampai tumbuh secara mandiri untuk meningkatkan kesejahteraan diri dan keluarganya,” jelasnya.

Jokowi menegaskan komitmen membangun manusia Indonesia itu dapat diwujudkan melalui pendidikan. Komitmen ini di wujudkan melalui pembagian Kartu Indonesia Pintar, yang pada tahun 2017 sudah mencapai lebih dari 20 juta peserta didik, serta perluasan penyaluran program beasiswa Bidik Misi bagi mahasiswa.

Menurut Jokowi, proses pendidikan harus mampu membuat manusia Indonesia lebih produktif dan berdaya saing. “Maka itu, dalam empat tahun ini, kita fokus untuk memperkuat pendidikan untuk melahirkan sumber daya manusia terampil dan siap memasuki dunia kerja,” tambahnya.

Selain itu, Jokowi mengatakan pemerintah terus dorong pendidikan tinggi untuk melakukan terobosan-terobosan sehingga lulusan perguruan tinggi bisa lebih adaptif di era Revolusi Industri 4.0, termasuk kemampuan dalam literasi digital, serta mampu menumbuhkan lebih banyak lagi wirausahawan-wirausahawan muda yang kreatif dan inovatif.

Terakhir, Presiden Jokowi berpesan kepada seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan.

“Kunci utama mari kita jaga persatuan dan kesatuan, lupakan perbedaan, karena perbedaan itu anugerah, bangsa ini maju karena rakyatnya bersatu, mari kita bekerja bersama menuju Indonesia yang berkeadilan” pungkas Jokowi.(Rendy)

Komentar

BERITA TERKINI