Rabu, 05 September 2018

AP.Luat Siahaan: PK5 Diharap Tenang Atas Kenaikan Dollar

Medan - Ketua Forum Pedagang Kaki Lima (PK5) Sumatera Utara, AP.Luat Siahaan mengatakan agar para pedagang kaki lima tidak terpengaruh atas kenaikan mata uang Dollar, sebab, pedagang kaki lima sudah terbiasa dan berpengalaman dalam menghadapi krisis moneter yang pernah terjadi di Indonesia pada Tahun 1997 -1998 silam. "Kenaikan dollar ibarat obak kecil yang ada dilautan, sehingga saya menghimbau kepada para pedagang kaki lima Kota Medan dan Sumatera Utara untuk tetap tegar karena sudah biasa menghadapi krisis moneter," kata AP Luat Siahaan.

Lanjutnya lagi hari  ini kembali pedagang kaki lima menghadapi hal yang sama dengan naiknya nilai dollar. Pedagang kaki lima merupakan sokoguruh atau penopang perekonomian bangsa yanhg bisa melakukan usaha setiap hari. " Untuk menghadapi naiknya dollar kita harus ada prinsip berdikari yaitu memakan produksi sendiri, seperti sayur-sayuran, buah-buahan dan ikan yang merupakan produksi negeri sendiri. Kita harus buktikan bahwa pedagang tetap eksis," ucapnya.

Kepada pemerintah AP Luat Siahaan berharap agar terus melakukan pembinaan kepada para pedagang, sebab pedagang merupakan asset nasional yang harus di pelihara dengan baik, untuk dapat menjadi pengusaha nasional.

" Kepada Menteri Keuangan, Ibu Sri Mulyani untuk dapat berbuat dan bergerak untuk mengatasi dollar dengan rupiah, saya hanya mengetahui agar kita memakai produksi dari Indonesia, sehingga berapapun naiknya harga dollar itu, tetap tidak terpengaruh terhadap para pedagang, rupiah harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri, belanjalah dengan memakai rupiah," tegasnya.

Ditambahkan AP.Luat lagi saat ini harga 1 Dollar mencapai Rp.14.900. Pedagang Kaki Lima Sumatera Utara yakni "Maju dan Bergerak" dan "Anakkon ki do hamoraon di au",(Anak ku adalah kekayaan bagiku) artinya para pedagang harus menyekolahkan anak-anak mereka sampai setinggi-tingginya untuk dapat menjadi kebanggaan bagi kedua orangtuanya, sehingga kedepan menjadi pemimpin dan pengusaha yang akan mampu menyerap tenaga kerja dari dalam negeri sendiri.

" Rupiah harus menjadi primadona dalam negeri untuk bertransaksi setiap hari dalam memberi 9 bahan pokok di Negara Indonesia dan sekaligus harus menjadi tuan rumah, jangan terpengaruh dengan dollar," Kata Luat Siahaan.(Rendy)

Komentar

BERITA TERKINI