Senin, 01 Oktober 2018

Mulia Rambe : Pihak Kepolisian Harus Tuntas Tangani Kasus Pasar Marelan

MEDAN - Anggota dari Fraksi Golkar Mulia Asri Rambe,SEatau sering disapa Bayek ini, meminta kepada pihak Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) untuk benar-benar jeli  dan tuntas dalam menangani kasus Pasar Merelan yang melibatkan Ketua Persatuan Pedagang Pasar Tradisional Marelan (P3TM) Ali Geno.Sehingga, pihak pedagang dirugikan mencapai Rp. 3 milliar.

Hal ini disampaikannya disela-sela Rapat Sidang Paripurna pandangan Fraksi-Fraksi terhadap Laporan Pertanggungjawaban (LPj) Walikota tahun 2017 pada Senin (1/10/2018).

Menurutnya, Tujuan Revitalisasi pasar adalah menata para pedagang-pedagang dan satu pedagang satu meja. Mereka memberikan meja pada pedagang bukan pengusaha.

"Kadang – kadang pedagang itu dia berdagang bukan meja dia, meja orang lain yang dia sewa."Ujar Bayek.

Berarti lanjutnya , yang milik meja tersebutlah pengusaha.Sementara , PD. Pasar tidak ada memberi kepada pengusaha,tapi mengasih kepada pedagang. Seolah-olah PD Pasar sangat peduli sama pedagang.

Padahal berdasarkan keterangan Ali geno , dia mengatakan membeli meja dan kios sampai Rp. 3 miliar.

"Ini sudah sangat-sangat menyalahi. Jangankan Rp. 3 miliar,tiga meja pun tidak bisa dia beli walaupun dia pedagang apalagi dia ketua P3TM , itu sebatas wadah untuk berhimpun. Ini sudah pelanggaran besar."Jelasnya.

Bayek menganjurkan agar hal ini ditanyakan dengan jelas kepada PD Pasar sekalian meminta kwitansinya,kalau ada PD Pasar bisa dijerat hukum. Karena,ini sudah menyalahi wewenang.

“Kita minta kepada Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) untuk benar-benar mengusut secara tuntas dan jeli dan mengupas tentang jawaban  Ali geno yang menyatakan kalau uang tiga miliar tersebut tidak mengalir kemana-mana. Tapi,  untuk beli meja dan kios. Ini PD Pasar harus dipanggil untuk diperiksa.”tegas Bayek yang juga sebagai Wakil Ketua Komisi C DPRD Medan.

Yang menjadi pertanyakan, kenapa  Ali geno bisa mengutip sampai tiga miliar,itu perlu dipertanyakan.  Mungkinkah  PD Pasar tidak tau, kalau dia tau menyalah guna lagi. Dan kenapa diserahkan pada orang lain,padahal PD Pasar bisa mengelolanya sendiri, sementara itu milik BUMD.

Terkait soal harga jual kios berdasarkan surat edaran dari Sekda Kota Medan, itu harganya hanya Rp. 5 juta. Sementara, Ali geno menjualnya dengan harga Rp.12 juta  s/d Rp. 15 juta dan uang terkumpul  seluruhnya mencapai Rp. 3 milliar yang didapat dari pedagang untuk kios dan meja. Nah,…apa PD Pasar tidak tau. Jadi, muaranya kasus ini adalah PD Pasar.

Komentar

BERITA TERKINI