Sabtu, 21 Mei 2022

Akibat Laporannya Tidak Berlanjut, Salah Seorang Ibu Propamkan Penyidik Polres Nias


JARAKPANTAU.CO.ID - Pemukulan terhadap anak dibawah umur yang masih duduk dibangku Sekolah Dasar, Candra Zebua (umur 9 tahun) selaku korban. Orang tua Candra atas Nama Nurhayati Zega telah melaporkan terduga pelaku di Mapolres Nias sejak tanggal 05 Oktober 2018 dengan laporan polisi Nomor : LP/261/X/2018/NS.


AHM alias Ama Gameri yang diketahui selaku terduga perkara tindak pidana “Melakukan kekerasan terhadap anak dibawah umur” yang telah dilaporkan oleh orang tua Candra Gunawan Zebua, kini menjadi bahan pajangan di Mapolres Nias, ujar Nurhayati Zega.


Dalam penjelasan Nurhayati Zega selaku pelapor saat di wawancarai oleh awak media di kediamannya, sabtu 21/05, di Kelurahan Saombo, kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli. Nurhayati tidak pernah mengetahui tentang tindaklanjut atau perkembangan kasus tersebut yang ditangani oleh oknum penyidik berinisial Bripda BSG yang bertugas di unit PPA sat reskrim Polres Nias. Bahkan penyidik diduga tidak jujur dalam memberikan penjelasan kepada kami selaku orang tua korban tentang pelimpahan berkas perkara tersangka, sesal Nurhayati.

 

Diketahui sebelumnya, terduga pelaku pemukulan Candra Gunawan Zebua berinisial AHM telah dijadikan sebagai tersangka. Akibat tidak kooperatif dan mangkir dari panggilan penyidik, AHM selaku tersangka sempat melarikan diri. Pada tanggal 30 Januari 2019 pihak satreskrim Polres Nias menerbitkan surat untuk tersangka sebagai DPO (daftar pencarian orang).


 “Saat saya mempertanyakan tentang berkas perkara tersangka kepada Bripda Berkat S. Gulo selaku penyidik, Ia nya menjawab. Nurhayati menirukan perkataan Bripda Berkat S. Gulo, terkait berkas perkara tersangka AHM alias Ama Gameri telah di kirimkan ke JPU di kantor Kejaksaan Negeri Gunungsitoli seminggu yang lalu, dan saat dikonfirmasi oleh media ke paur humas Polres Nias 13 Mei 2022, sesuai dengan pemberitaan yang telah saya baca di media. Untuk lebih membuktikan perkataan penyidik, saya mendatangi kantor kejaksaan Negeri Gunungsitoli pada tanggal 18 Mei 2022 untuk mengkonfirmasi kebenaran atas pelimpahan berkas perkara tersangka. Pihak kejaksaan Negeri Gunungsitoli baru menerima SPDP dari unit PPA Polres Nias tertanggal 18 Mei, terang Nurhayati”.


Tidak terima dengan kinerja penyidik yang selalu memberikan harapan palsu, Berdasarkan perkara diatas karena tidak membuahkan hasil, tentunya Nurhayati Zega selaku pelapor merasa tidak mendapatkan keadilan, akhirnya Nurhayati Zega mengambil sikap tegas dan melaporkan oknum penyidik Bripda Berkat S. Gulo ke Propam Polres Nias. pada hari Jumat, tanggal 20 Mei 2022.


Saat dikonfirmasi dengan paur humas Polres Nias Aiptu Yansen Hulu, terkait kebenaran tentang laporan Nurhayati Zega yang melaporkan oknum penyidik PPA Polres Nias berinisial BSG ke propam Polres Nias. Yansen Hulu dalam penjelasannya mengatakan, tentang laporan tersebut, belum tau saya info tersebut Pak Zebua, singkat Yansen.


Ketika awak media melakukan konfirmasi dan mengambil tanggapan Bripda Berkat S. Gulo via whatsapp terkait tentang laporan Nurhayati Zega yang sudah melaporkannya ke Propam Polres Nias. Tetapi, Berkat hanya bisa membaca pesan masuk terlihat dengan tanda ceklist atau centang warna biru, hingga berita ini turun, berkat belum bisa memberikan tanggapan dan klarifikasi yang jelas.

 

 

(red/AZ)

 

 

 

 

 

 

Komentar

BERITA TERKINI