Selasa, 17 Mei 2022

Nehesi Harefa Sebagai Tulang Punggung Keluarga dan Membiayai 3 orang adeknya


Falukhata Zendrato, SH
Gunungsitoli - Penangkapan Nehesi Harefa pada Tgl 11 Mei 2022 Hingga Penetapan sebagai tersangka Pada Tgl 12 Mei 2022 yang di jerat dengan pasal 2 ayat (1) dari undang undang darurat Nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman 12 Tahun penjara menuai respon Falukhata Zendratõ, Salah satu Pemuda asal Gunungsitoli Alo'oa.

Dikediamanya, Falukhata Zendratõ menyampaikan bahwa beliau kenal betul dengan Nehesi Harefa yang kesehariannya adalah sebagai tenaga Pendidik, Anak Yatim Piatu dari 9 orang bersaudara dan juga Sebagai Tulang Punggung Keluarga untuk 3 orang adek-adek nya.

Bung Nehesi Harefa ini juga kerap mengkritisi kebijakan Pemerintah baik di daerah, Sering menyuarakan hak hak para Pedagang kaki lima untuk Mendapatkan tempat jualan yang layak dari Pemerintah Kota Gunungsitoli, Bahkan Beberapa Minggu terakhir ini juga Bung Nehesi Harefa sempat di somasi Oleh Salah satu Ketua Organisasi Kepemudaan Kota Gunungsitoli. Ungkap Falu

Tambahnya Falu harefa, Bung Nehesi Harefa saat kami kunjungi di Unit I Polres Nias.ia nya menjelaskan tentang kejadian tersebut, bahwa sajam sejenis pisau sama sekali tidak di ketahui olehnya.  dan Beberapa jam Sebelum ditangkap oleh anggoata sat reskrim polres Nias, salah seorang temannya berinisial PG menghubungi Nehesi untuk ketemu di salah satu tempat. Nehesi pun datang menghampiri PG, sejak ketemu beberapa menit kemudian, temannya berinisial PG meminta izin untuk keluar dan meminjam sepeda motor Nehesi. dalam waktu yang tidak terlalu lama, temannya Nehesi berinisial PG kembali dan menyerahkan kunci sepeda motor kepada Nehesi.

Beberapa menit saat PG kembali mereka berpisah dari tempat pertemuan mereka, saat Nehesi mengendarai sepeda motor miliknya, di pertengahan jalan tepatnya di Jalan diponegoro pas di depan terminal lama, beberapa oknum  polisiyang mengenakan baju preman, langsung menghadang dan menahan Nehesi beserta sepeda motornya. terang Falu kepada wartawan


Oleh karena itu saya meminta Pihak Kepolisian atau Penyidik Melakukan BAP Tambahan/Lanjutan dengan menghadirkan orang-orang yang berkaitan atau yang bertemu dengan Bung Nehesi Harefa sebelum ditangkap oleh Petugas, Sehingga Bung Nehesi Harefa juga Mendapatkan Keadilan Hukum dan Tentunya tanpa menghilangkan BAP awal yang sebelumnya telah dilakukan, karena sifatnya hanya penambahan saja. Tutup Falu

Saat dikonfirmasi kepada penyidik polres Nias melalui paur humas Aiptu Yansen Hulu, lewat pesan WhatsApp, sampai berita ini di turunkan belum ada tanggapan dari pihak Polres Nias melalui Humas, awak media berusaha terus menghubungi Humas Polres Nias, agar ada keberimbangan berita. 


TIM JP 


Tags :
Komentar

BERITA TERKINI